Review Black Korean Drama 2017
Saya tidak menyediakan synopsis ya, synopsis bisa dibaca di Wikipedia atau AsianWiki. Peringatan; Review ini cukup panjang, bagi yang belum nonton jangan dibaca sampai habis! Apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi ya :)
Pertama kali saya baca
artikel tentang ‘Black’ wah drama
ini sudah masuk ke list wajib tonton! Gimana enggak, sebagai pecinta drama
dengan genre thriller apalagi distributornya OCN. Dan daftar pemeran utamanya juga bukan main; Go A Ra dan Song
Seung Heon. Terakhir kali nonton Go A ra di Reply 1994 (2013), eh
enggak deng di You’re All Surrounded (2014), ya walaupun saya nontonnya duluan You’re All Surrounded baru
Reply 1994, tapi saya ngulang nonton You’re All Surrounded karna kangen Lee
Seung Gi hehehe. Black merupakan
drama Song Seung Heon yang pertama kali saya tonton.
Jujur pertama kali
baca rincian tentang drama ini dari mulai synopsis dan genre-nya membuat saya
mengerenyitkan dahi “Eh? Yakin nih
Romance? Bukannya Black digadang-gadang bakal jadi drama thriller? Malaikat maut?
Hm, mengingatkan akan Josong-sajja Ahjussi di Goblin ya, iya Lee Dong Wook.” Lalu
menyusul artikel kalau Lee El (nenek penuh karisma di Goblin itu lho) bergabung
sebagai second lead, bikin saya makin
ragu drama ini bakal mirip sama Goblin.
Tapi setelah konferensi
pers, penulisnya bilang bahwa drama ini akan disajikan dengan konsep yang lebih
gelap dari drama thriller OCN sebelumnya
dan tetap tidak menghilangkan ciri khas drama-drama OCN pastinya karna
dijanjikan akan penuh teka-teki dan alur yang susah ditebak.
“Oke-oke selain kangen pingin lihat aktingnya Go A Ra
kayaknya Black tetep pantes buat ditunggu dan masuk daftar wajib tonton. Ya iyalah
chingu coba bayangin dong betapa gelapnya drama Black kalo dibilang sama
Jagga-nim lebih gelap dari drama-drama OCN sebelumnya. Hitam semua kali ya
layarnya,atau pake efek BW. Hhh.”
Lalu setelah merampungkan Save Me (2017) saya mulai cari-cari
lah di Wikipedia mengenai si- Black ini,
dan ternyataaaaaaaaaaaaaaaa (menjerit dalam hati because I’m so happy) pembuat
drama ini dari rumah produksi drama thriller favorit saya! STUDIO DRAGON ! OMG, OMG udah gausah ragu lah langsung download aja
tanpa perlu baca review dari para netizen.
Oh iya, dikarenakan saya tidak pernah menonton drama on-going, jadi saya nunggu tamat baru
deh download dramanya.
Kalau ada diantara kalian yang baca tulisan saya ini berniat mau nonton
drama Black tolong sudahi membacanya
setelah paragraf ini berakhir ya. Dramanya jelas RECOMMENDED, akting para pemainnya tidak ada yang mengecewakan sama
sekali, seperti biasa kita akan dibuat penasaran serta terkadang pusing dengan
alur ceritanya yang berat, seperti biasa sinematografi yang sangat luar biasa
dari Studio Dragon membuat kita berasa seperti bukan nonton drama serial
melainkan nonton film dengan total 18 episode. Harus banget ditonton buat
pecinta drama thriller! Oh iya satu lagi, tips untuk nonton drama ini adalah
jangan lupakan bagian-bagian kecil ditiap episodenya ya! Buat yang pelupa
dicatet kalo perlu hehehe. Udah langsung tonton aja!
Jangan dibaca lagi!
Hus sana nonton aja!
Gak asyik kalau dapet spoiler dari saya!
Nanti kalau udah nonton baru balik ke sini lagi ya, diskusi sama saya
mengenai isi dramanya.
SANA!
Oke, mari kita mulai bagian untuk pembaca yang sudah menyelesaikan BLACK (dengan susah payah mungkin)
Setelah saya menelaah di Wikipedia mengenai drama ini, semua detailnya
(Kecuali rincian pemerannya ya, bikin penasaran berkurang soalnya) untuk nonton
episode 1 saya menyiapkan hati nih (lebay). Eh tapi emang bener, soalnya saya
tiba-tiba teringat drama 49 Day’s (2011) yang endingnya masih
membekas. Entahlah bisa disebut sad
ending atau tidak, yang jelas buat saya ending dari 49 Day’s itu menyedihkan,
sangat malah.
Apalagi sejauh perjalanan saya melalang melintang (Yait) menonton
drama-drama korea berbagai genre, Fantasi itu merupakan salah satu genre yang
harus dipikir dua kali baru bisa ditonton. Bagi saya lho ya, bagi saya. Karena kalau
saya sedang tidak siap menonton drama yang berakhir sedih kah atau yang
menyebalkan dan tidak masuk akal, lebih baik saya tidak nonton, berabe. Tau sendiri
ya, drama dengan genre fantasi selalu punya akhir yang tidak bisa diprediksi.
a. Episode 1
LHO?! Pemeran utamanya kok terjun dari tebing, menemukan kerangka dan
sambil nangis dia bertanya “Apakah ini saya? Tubuh saya?”. BIG OK, dramanya memang
benar-benar mengusung konsep yang gelap. Bahkan kalau menurut saya jauh lebih
gelap dari Cheo Yong (2014) dan Cheo Yong 2 (2015) yang pernah
sekilas saya tonton (dulu gakuat drama genre kayak gini, udah bikin pusing sama
alurnya, keji pula bunuh-bunuhan). Walau pemeran utamanya bekerja (eh apa ya
kerjaan bukan ya itu, iya si kayaknya pekerjaan itumah) sebagai Malaikat maut,
karakternya jauh berbeda sama Lee Dong Wook di Goblin dan Jung Il Woo di
49
Day’s.
Go A Ra memang selalu cocok dengan karakter keras kepala, galak, dan
gegabahnya. Ya, begitu juga lah dia di drama ini sama kayak di Reply
1994 dan You’re All Surrounded,
bagus sih, bagus banget aktingnya tapi sayang saya gak ngelihat banyak
perbedaan aktingnya dia di ketiga drama ini selain disini dia bisa lihat
bayangan kematian dari seseorang. Tapi mungkin itu alasan staff produksi milih
Go A Ra sebagai Kang Ha Ram (namanya gak asyik btw), karena cocok dengan karakternya
Kang Ha Ram.
Sejak episode 1 saya sudah jatuh cinta dengan aktingnya Song Seung Heon
(cute banget elah udah tua juga). Lee El ya ampun! Cantik dan elegan banget! Mereka
berdua cocok ya, saya langsung miris gitu “Lho
mereka pacaran? Terus Ha Ram? Katanya Seung Heon sebagai Moo Gang jatuh cinta
sama Ha Ram. Kok gini?” dan dipertengahan episode 1 hubungan mereka
berakhir. Detektif Han Moo Gang (Song Seung Heon) tewas saat jadi sandera
tentara yang sedang kabur.
Meninggal coy, baru episode 1 pemeran utamanya meninggal. Saya udah
geleng-geleng aja kayak ayam celeng. “Enggak,
enggak, nggak mungkin. Ih apa sih?! Terus malaikat mautnya mana?!” dan
ternyata mengejutkannya Moo Gang bangkit, macem film horror Indonesia chingu. Udah
gitu matanya merah, suaranya jauh lebih berat dibanding Moo Gang sebelum tewas.
“Udah masuk kah Malaikat Mautnya?”
Baik, dari episode 1 saya menyimpulkan drama ini sangat worth it untuk di tonton.
b. Episode 2
Benar aja firasat saya untuk tidak melupakan scene dimana ada seorang
malaikat maut yang akan mengambil arwah seorang mempelai laki-laki, sembari
suara pria sebagai narasi “Kalian harus ingat, sebagai Malaikat maut kita tidak
boleh menatap mata manusia yang sedang jatuh cinta. Karena akan ada tragedi mengerikan
yang akan menimpamu” singkatnya begitu. Di scene
itu si Malaikat Maut natap mata mempelai wanita, nah kira-kira apa ada
kaitannya sama keseluruhan cerita atau sekadar bagian pelengkap?
Saya yakin ada kaitannya.
c. Episode 3-18 (saya jadikan satu ya kalau dijabarin panjang banget kayak novel)
Siapa yang setuju sama saya kalau di episode awal fokus di drama ini itu
hampir tidak ada? Sama kayak di Secret Forest (2017), detail
perkasus tidak dijelaskan secara gambling. masalah yang ini belum selesai, adalagi masalah lain begituuu terus (mungkin ini sengaja biar penonton lupa sama clue-clue yang dikasih). Sedikit-sedikit-sedikit, mungkin
penulisnya ingin kita lebih berpikir keras ya? Tapi perlahan-lahan saya tau
kalau tiap kasus ada benang merahnya. Wow, sangat amat berkaitan dari episode
1-18. Gak banyak drama genre crime
punya sangkut paut yang begitu kuat kayak di drama ini.
Dugaan-dugaan saya banyak yang benar, seneng sih walau agak kesel
faktanya tuh diungkap terlalu akhir, padahal clue-nya udah banyak muncul di
beberapa episode jadi penontonnya yang harus nyambungin sendiri. Contohnya scene dimana Ibunya Ha Ram mengungkap
kalau ayahnya Ha Ram itu Malaikat Maut, sebenernya kalau kita ingat tiap detail
per-episode kita bisa tau fakta itu dari episode dimana Ibunya Ha Ram mau bunuh
diri dan bunuh si Ha Ram, coba kita sambungin sama scene kecelakaan pengantin di episode 2. Iya! dia Ibunya Ha Ram
waktu masih muda.
Dan saya udah nebak jauh sebelum episode dimana terungkap fakta kalau
Han Moo Gang itu bukan Kim Joon. Tapi si Black
alias Malaikat Maut 444 itu adalah arwah dari Kim Joon yang hilang. Pas dibilang
Joon tewas karna tabrak lari, saya gak yakin itu Joon, soalnya tiap kali Black nginget kejadian dimasa lalu,
selalu dirinya dia bertindak sebagai Joon. Alhamdulillah saya paham kenapa Black tidak bisa keluar dari tubuh Moo
Gang, karena jantung si Joon/Black
didonorkan ke Moo Gang kecil yang sedang sekarat. Otomatis Moo Gang bisa hidup
sampai saat ini berkat jantungnya Joon dong? otaknya mungkin sudah mati, tapi jantungnya tetap hidup walau di tubuh yang berbeda.
Dari awal munculnya si pembunuh bayaran Wang Yong-chun dan dokter Min
Jae Hong, bahkan Ibunya Moo Gang, saya udah curiga mereka akan mainin peran
yang licik atau jahat. Menjelang menit-menit akhir saya dibuat deg-degan kalau ending-nya tidak sesuai ekspektasi (yah
jarang juga sih genre macam ini memuaskan hasrat ekspektasi saya). Tapi saya
juga kesal, di episode terakhir terkesan terburu-buru, harusnya diperpanjang 1
atau 2 episode lagi. Banyak fakta tidak dijelaskan:(
Saya menarik dugaan kalau Black/Kim
Joon dihukum dengan hukuman maksimal yaitu dihilangkan dia dari kehidupan,
sejak awal tidak pernah ada sosok anak laki-laki yang bernama Kim Joon si cinta
pertama Kang Ha Ram. Tapi dia tetap menjadi Malaikat Maut 444, sebagaimana Ayah
Kang Ha Ram Malaikat Maut 444 generasi sebelum Black sudah pernah dihukum dimusnahkan arwahnya, berarti yang
bertugas untuk mencabut nyawa mempelai pria (yang akan jadi ayahnya Kang Ha
Ram) itu si 444 Black, dengar dinarasi 10 menit akhir. “Aku menyelamatkan
orang tua Ha Ram dari kecelakaan”. Dan itu jelas banget suaranya si Black.
Apaan nih?! Leo bacain dongeng tentang Malaikat maut? Apa selama 18
episode tadi kita tonton hanyalah dongeng semata? Eitss tidak sepertinya, Leo juga
tidak menjadi suaminya Kang Ha Ram ya chingu, karena pas Leo kasih kado ke Ha
Ram, Ha Ram bilang “Pada saat seperti ini jauh lebih baik sosok teman
dibanding mendiang suami”. Yang artinya Ha Ram udah pernah nikah gatau sama
siapa dan suaminya meninggal. Terus isi kado dari si Leo ini gelang takdir yang
pernah Ha Ram kasih ke Kim Joon (I’m
crying), dugaan saya kalau ingatan tentang Joon hanya hilang dari ingatan
manusia makin kuat.
Inget kan Leo itu dirasuki arwah si Pecundang mantan partner cabut
nyawa-nya 444 Black? Nah, berarti
yang dimaksud dari hukuman maksimal itu si 444 Black tidak pernah terlahir sebagai manusia, tidak ada satupun
manusia yang mengingat dia. Dia tetap bertugas jadi Malaikat Maut, sampai
akhirnya dia bertugas untuk mengambil arwahnya Ha Ram yang udah jadi
nenek-nenek. Ha Ram yang disaat sebelum kematiannya mengingat kehadiran Joon,
arwahnya Joon yang masuk ke tubuh Moo Gang dan keseluruhan kisah mereka. Lalu menemui
444 Black aka Joon yang menjemput
dia. (WEY INI SIH SAD ENDING)
Ehhhh satu lagi, mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa Leo kasih hadiah
gelang itu dan setelahnya si Ha Ram meninggal. Baik chingu tidak boleh lupa ya
kalau Leo adalah Si Malaikat Maut Pecundang, jadi dia pasti bisa lihat ada
bayangan kematian disekitar Ha Ram dan itu adalah 444 Black, partner-nya yang kasih dia kesempatan hidup asal mau menjaga
Ha Ram. Dan si Pecundang menepati janjinya chingu (sobbing). Berarti 18 episode tadi bukan dongeng, bukan dongeng, bukan dongeng. (meneteskan air mata pertama di 2018, eh eh eh lebay).
ENDINGNYA BENAR-BENAR TERBURU-BURU! Harusnya diceritakan ya gimana
kehidupan berlangsung tanpa adanya sosok Kim Joon. Bukan Cuma si Ha Ram nya aja
yang keceritaan, soalnya saya penasaran sama Han Moo Gang. Is he alive? Apa dengan tidak adanya Joon, prostitusi dibawah umur
tidak terjadi dan segala kejahatan yang sudah diselesaikan di tahun 2017 apakah
ada atau tidak ada atau mungkin ada namun tidak pernah bisa terselesaikan?
Hm, hanya Jagga-nim yang tau
ya chingu.
Rate-nya: 8,9. Seandainya di akhir cerita dijelaskan nasib-nasib mereka, saya akan
kasih nilai lebih. Karena yah semua hal yang masuk akal selama 18 episode,
benang merah yang coba penonton susun kembali kusut dimenit akhir hanya karena
444 Black tidak ingin Ha Ram
mengingat hal-hal yang menyakitkan (fakta bahwa ia membunuh Joon, menurut saya
gak membunuh sih yang bunuh itu ibunya si Moo Gang). Karena dia mencintai Ha Ram. Tidak realistis, bukan? Yah,
jatuh cinta saja merupakan hal yang tidak realistis.
Terima Kasih sudah membaca. Ditunggu komentarnya:)
Jakarta, 01/01/2018.

Ahh jadi pen nonton lagiiii
ReplyDeletenonton ini tu kayak baca komik detective conan, banyak saat2 ga mudeng geser lagi ulang haha
ReplyDeleteBner bngt kyk nntn detective conan
ReplyDeleteAsli keren bnget drama nya oppa song seung hun ini
Hay, ayahnya kang ha ram itu nama asli nya siapa ya?? Saya suka banget deh sama karakter dan wajahnya,
ReplyDeleteEnding nya menurutku memang itu yg terbaik, cuma iya itu tentang kasus2 nya ,apa dgn menghilangkan kim joon kasus itu tetap terjadi atw gmna. Over all sih aku suka drama nya. Songseungheon makin tua makin hawt 😍
ReplyDeleteBaru selesai nonton drama ini gegara Go Ara bilang dia nyesel ambil proyek ini karena terlalu serem, jadi penasaran. Endingnya nyakit sih...
ReplyDeleteTadinya aku kira Haram bunuh diri terus terlahir kembali. Tapi dipikir lagi kok aneh.. kalo dia bundir kan harusnya jadi malaikat maut juga tapi baca review TS masuk akal juga. Jadi kehidupan Haram kaya keulang gitu ya 🤔
Endingnya nyakit banget sumpah
Jadi mengkhayal coba episodenya ditambah 1 buat nyeritain semuanya eheh
Kl mnrt aku dgn dihilangkan joon dr ke exist an dia di dunia. Brati ga akan ada yg nge record happy bday di video itu dan video itu ga akan ada sangkut pautnya dgn kelg ha ram. Dan bapak hram ga akan coba selamatin joon dr si kakek muka coder, dan joon ga akan kena tembah haram. Jadi intinya ..masalah prostitusi itu akan jadi topik masalah bwt pihak lain/ keluarga lain/ ttp pada si para wanita2 yg berkaitan dan laki2 yg berkaitan atau mgkn kasus videonya terkubur gt aj. Yg penting dgn tdk ada joon , kelg haram berjalan spt kelg normal biasanya. Tanpa konflik
ReplyDeletebaru liat kmren nonton selama seminggu, ceritanya kepanjangan menurut aku, seharusnya di cut sampai kandidat presiden aja penjahatnya.. gak usah sampai kakek2 pengusaha yang terakhir, karena ga penting juga sih, dan bikin bingung si Chen... sebenernya ikut siapa... episode terakhir juga seperti kebanyakan drakor, terburu2 dan kurang menutup dengan sempurna jadi kurang puas aja.. sama kaya goblin buru2 dan maksa
ReplyDelete